Jul 30 2008

Pengkhianatan, Menyakitkan, dan Menyesatkan

Pengkhianatan.
Menyakitkan…
Makin keras bergerak semakin menjerumuskan.
Ia menyesatkan…

30 Juli 2008
Pelangi, dominan kuning.


Jul 30 2008

Dinding, Mencibir dan Mencari-cari

Dinding memang selalu diam. Ketika aku benar-benar tak melihat,
Ia mencibir dan mulai mencari-cari.


30 Juli 2008
Globe, aku di ujung dunia lain.


Jul 29 2008

Chip, Komunikasi, dan Telepati

Aku sedang mencari chip sim card mobile phone Nak.
Semoga bisa menghubungi tiap hari.
Namun belah dunia waktu kita berbeda.
Kamu pasti sudah tidur ketika aku menelepon.
Jika komunikasi itu sesat kita bertelepati saja.


29 Juli 2008
Dunia benar summer, panas. Jadi lebih darky.


Jul 29 2008

Tumbuhan Indah, Rindang, dan Jantung

Di kotaku banyak tumbuhan indah.
Aku berteduh di salah satunya, di tempat yang paling rindang.
Tiba-tiba debu peri menyerbu jantung…

29 Juli 2008
Tatapanmu. Aku memaafkan, ketika kamu bilang keasikan bergurau dengannya itu
membuat lupa diri.


Jul 28 2008

Danau, Rumah Burung dan Siklus Alam

Kita melihat danau, memprotes rumah burung yang akan dijadikan restoran.
Bukankah manusia sudah banyak tempat plesiran? Sementara burung Migran
itu hanya menumpang bertelur meneruskan siklus lingkar jenisnya.
Kamu melihat mataku dalam…

28 Juli 2008
Mengenang burung-burung terbang di atas kepala kita, aku kangen.
Sayang, pls tell to your uncle, do not disturb the harmony of the lake.


Jul 28 2008

Hati-hati, Kemarahan, Orang Sabar

Pohon bilang kenapa berubah? Tidak ada yang berbeda,
mungkin hanya perlu menghisap pupuk yang ditebar di
sekeliling batang. Meski unsur haranya cuma berisi peringatan,

“Hati-hati terhadap kemarahan orang yang penyabar”.
Jhon dryden

Pohonmu akan bisa menghasilkan buah yang lezat.

 

 

28 Juli 2008
Sabar ketika marah. Berdoa sendiri.

 


Jul 28 2008

Orang Tahu, Tidak Tahu dan Ajarilah Dia

Hari yang lambat, clumsy day, mencari pohon.
Membuka tabir kitab kata bijak, terbata mendapati bagian ini.*

” Kemintraan dengan orang-orang yang berkuasa tidak pernah aman.”
Phaedrus Abad I

*Mengingat episod persahabatan dengan kekuatan yang berkuasa itu, rasa
aman menjadi sangat miskin.

 

Masih di hari yang lambat…entah di halaman ke berapa.

 

“Orang yang tahu, dan tahu ia tahu, adalah orang yang bijaksana-ikutilah dia.
Orang yang tahu, dan tidak tahu ia tahu, adalah orang tidur-bangunkanlah dia.
Orang yang tidak tahu, dan tidak tahu ia tidak tahu, adalah orang bodoh- hindarilah dia.
Orang yang tidak tahu, dan tahu ia tidak tahu, adalah kanak-kanak- ajarilah dia

 

Konon katanya ini peribahasan arab.
Menutup hari yang clumsy dengan makan kayu lagi.

 

 

 

28 Juli 2008
Tidak mau tahu, atau mau peduli?


Jul 26 2008

Suara Bungsu, Memanggil, dan Hari Raya

Nak ingat suara kamu hari itu,
Mendengar kamu memanggilku ibu
Hari itu seperti hari raya.

26 Juli 2008
Kangen bungsu. Rabb… aku kangennn.


Jul 26 2008

Pintu Rumah, Hadis Unik, dan Doa

Menikmati penganan “The Story of Endeavor”
Sulung menyedu jus Intisari Untaian Kata Bijak Hari Ini.

 

“Mum ada lagi yang unik …ternyata pintu rumah pun sebaiknya didoakan”

 

Ya Allah, jadikanlah pintu rumah kami, cukup lebar untuk menerima semua
yang memerlukan kasih sayang, persahabatan dan tempat yang aman,
tapi cukup sempit untuk menangkal semua petaka, kefanatikan,dan kebencian,
buatlah ambangnya cukup rata agar tidak menjadi sandungan bagi anak-anak,
dan kaki yang letih, tapi sulit ditembus kekuatan penindas, sehingga mereka batal masuk,
buatlah pintu rumah ini terbuka untuk kehadiran-Mu.

26 Juli 2008
Cinta sulung dan kangen bungsu


Jul 25 2008

Hadis Bagus, Ikan-ikan Bisa Berdoa, dan Peluk Cinta

Hampir tengah malam, sedang mengunyah supper, ” The Codes of Training”.
Sulung menikmati segelas hadis.

“Mum ada hadis bagus ini…aku baru tahu ikan-ikan ternyata bisa berdoa.”

 

Barangsiapa berkunjung untuk mepelajari ilmu, Allah akan membukakan baginya
pintu-pintu ke surga, malaikat akan membentangkan sayapnya,
dan malaikat-malaikat di langit serta ikan-ikan di laut mendokan kepadanya.

Abu Dawud dan Tirmidzi

25.07.08

 

 

 

Memeluk sulung penuh cinta.