Jun 30 2009

Hantu, Datang, dan Cemburu


Jika menjadi hantu tak akan kugentayangi kamu.
Aku takut tak bisa mati lagi jika cemburu.

30 Juni 2009
Suatu hari.

Rohku yang masih gentayangan di Hutan Hujan.


Jun 30 2009

Dinding Pucat, Pojok, dan Gelato

Kulitnya berwarna dinding pucat.
Pipi rekah.
Dahi bening kesucian.
Bersaksi untuk sebuah pojok di Gelato.
Ia terbata pada sepotong es krim…
Katanya.
Aku parno mereka menarik benang bajuku menuju SepociKopi…

30 Juni 2009
Menghentikan tulisannnya.


Jun 30 2009

Cangkir, Mengerat, dan Dua Huruf

Dinding cangkir itu tak lagi hangat.
Tinggal getah teh yang mengerat
di dinding mug, berbentuk
tulisan dua huruf yang membuatku
ingin muntah.

30 Juni 2009
Aduh.


Jun 30 2009

Pucuk Daun, Embun, dan Menganga

Nak
Kutemukan.
Pucuk daun dan setitik embun yang siap jatuh.
Mulutku menganga di bawahnya, seperti menunggu kamu.

30 Juni 2009
Tentang bungsu.


Jun 30 2009

Semut, Melotot, dan Gajah

Seekor semut melintas meja.
Melihat pada para lesbian.
Melotot.
Menguntit semua pembicaraan.

30 Juni 2009
Seekor gajah besar melenggang lalu.
Membiar cengkrama para lesbi.


Jun 30 2009

Janin, Magnesium, dan Kalisum

Rahim dan nyawa.
Menggempal janin,
mengambil oksigen,
menguras magnesium,
menghisap kebutuhan kalsiumku.

29 Juni 2009
Sungguh ikhlas.


Jun 30 2009

Mengering, Nisan, dan Kelamin

Setelah tanah dikuburku mengering.
Pancangkan nisan dengan namaku.
Tolong …
Tanpa kelamin lesbian.

30 Juni 2009
Nostalgia hidup masa depan.


Jun 30 2009

Jahit, Baju, dan Terjaga

Hon
Pohon…
Biar kujahit di saku bajumu nama Allah.
Biar engkau selalu terjaga sayang.

30 Juni 2009
Hujan di pohonmu…


Jun 30 2009

Butchy, Dendang, dan Perempuan gemulai

Nama jalan itu.
Jalan Butchy.
Sepanjang malam penuh asap rokok
dan dendang tentang perempuan gemulai.

30 Juni 2009
Paling sempurna


Jun 30 2009

Telan, Pintu, dan Pergi

Katamu…
Kutelan pintu itu setelah kau pergi.

30 Juni 2009
Menderu.