Jul 31 2009

Serombongan, Kunang-kunang, dan Gemerlap Lampu

Malam hari.
Serombongan kunang-kunang
Bergegas mendatangi gemerlap lampu mobilku.

31 Juli 2009
Aku harus pulang…


Jul 31 2009

Dilema, Terluka, dan Mati Sekarat

Dia dihadapkan pada dilema
membunuh yang terluka atau
membiarkannya pelan-pelan mati sekarat.

31 Juli 2009
Gordian knot


Jul 31 2009

Menangkap, Capung, dan Kupu-kupu

Katanya.
Yuk menangkap capung dan kupu-kupu.

31 Juli 2009
Tapi ia memberiku penangkap yang jaringnya bolong.


Jul 31 2009

Kesemak, Jangkungan, dan Mengintip

Di antara kesemak.
Berdiri  jangkungan hitam.
Tegak di dinding.
Tempat mengintip kreatifitas lesbi muda.

31 Juli 2009
Dia, kamu, kamu, dan mereka.
Salut (T!!!)


Jul 31 2009

Sisi, Daun Besar, dan Merah

Pilih sisi jantungku.
Sisi yang berdaun besar hitam, merah atau orange?

31 Juli 2009
A half a penny in return
“Semua!”


Jul 31 2009

Letak, Otak, dan Penopang

Ia mengamuk.
Meletakkan otaknya di bagian bawah tubuh penopang badan.

31 Juli 2009
Mengaki…


Jul 30 2009

1%, Keringat, dan Dihargai

Cuma satu persen keringat
yang dihargai oleh para lesbian lain.

30 Juli 2009
Pemula yang didukung.
Para pendahulu yang dicibir.


Jul 30 2009

Layang-layang, 1000, dan Tanduk Setan

Ia.
Suatu hari…
Lekat…
Warna 1000 layang-layang
pada bola matamu.

30 Juli 2009
Sekarang…
Lekat
1000 tanduk setan
pada bola matamu…


Jul 30 2009

Meniti, Jejak, dan Mimosa pudica

Masih meniti jalan.
Bekas jejakmu
pada tepian tebing
yang dindingnya
dipenuhi Mimosa pudica
tertutup malu oleh langkahmu.

30 Juli 2009
Aku tahu.
kamu diam-diam melihatku
menarikan tarian persembahan…

Mimosa pudica: putri malu


Jul 30 2009

Mendekat, Selingkar, dan Please

Ia berlari mendekat.
Berkata singkat,
“Berikan tanganmu!!!”
Ia membuka, meletakkan selingkar benang
berukuran jari di atasnya.
Please menikahlah denganku…”

30 Juli 2009
Diguyur air…