Kosong, Logo, dan Pelangi
Menggambar kosong.
Pada kertas yang berlogo pelangi…
Katanya milik para homo.
31 Agustus 2009
Mengapa tak berisi?
Karena tidak coming out.
Menggambar kosong.
Pada kertas yang berlogo pelangi…
Katanya milik para homo.
31 Agustus 2009
Mengapa tak berisi?
Karena tidak coming out.
Terakhir kali…
Kulihat punggungnya
mulai ditumbuhi sayap.
31 Agustus 2009
Anakku.
Hon.
Pohon…
Beri lagi buku kebijaksanaan.
Pada tanganmu yang bertanda pemberi.
31 Agustus 2009
Mencintaimu.
Shubuh.
Wangi rempah hujan.
Ketikaku sendirian.
Terhenti pada surat An-Nisa…
31 Agustus 2009
Kelakar buntu.
Getarannya waktu itu di tanganku.
Ketika memutus pertalian.
31 Agustus 2009
Handclasp
Lampu-lampu pinggir jalan.
Bersama oratorio butchies…
31 Agustus 2009
Menakjubkan.
Karena mereka saling berangkulan,
bergandengan bahu, sambil berjalan
percaya diri.
Alunan tartil Qur’an
dalam ballroom dancing…
31 Agustus 2009
Anak-anakku.
Ia memajukan para lesbian.
ketika galaksi lesbian di milky way…
Keluar dari gagap teknologi.
30 Agustus 2009
Konstelasi andromeda…
30 Agustus 2009
Membutakan.
Sekali lagi.
Bau hujan yang bertanya…
“Memilih perempuan di dunia atau bidadari di surga?”
30 Agustus 2009
Dua-duanya.
Nggak boleh rakus…
Tetap aja dua-duanya.
Bukankah Allah Maha Mengabulkan?
Dasar, benar-benar Lesbited TM!
Terkadang ada yang konservatif.
Malah memberi kesan ortodoks.
Ini adalah takdir lesbian yang tak bisa diabaikan.
30 Agustus 2009
Bahkan ketika hidup dan mati
atau sedang lupa.